Bagi sebagian orang, mendengar kata "Dutch" mungkin akan langsung mengingat sebuah negara di Eropa yang hampir 3,5 abad menjajah NKRI ini. Belanda mungkin sebutan yang lebih familiar ditelinga orang Indonesia. Lalu mendengar kata "go", pasti terbesit makna "pergi" dalam bahasa Indonesianya. Dan bila di artikan secara literal, go Dutch berarti pergi ke Belanda.
Tapi bagaimana jika situasinya seperti dibawah ini...
A : Hey, I'm hungry..let's have something to eat!
B : Ok, I think the cafe next to our office isn't bad.
A : Fine, but let's go dutch.
B : Sure, no problem.
Apakah kata "go dutch" pada percakapan di atas bermakna pergi ke Belanda. Tentu tidak, karena go dutch pada percakapan diatas tidak bermakna literal, kata "go dutch" diatas sering disebut sebagai Idiom (English).
Di Eropa, kata "go dutch" biasanya diucapkan saat sedang berada di cafe ataupun restaurant. Pada percakapan diatas, "A" mengatakan go dutch karena ia ingin sistem pembayaran saat di cafe nanti di bayar masing-masing. Sebagai contoh jika "A" menghabiskan makanan seharga Rp 20.000,- maka "A" membayar Rp 20.000,- dan hal yang sama jika "B" menghabiskan makanan seharga Rp 10.000,- maka "B" membayar Rp 10.000,-. Sehingga "go dutch" dapat diartikan membayar masing-masing atas apa yang dibelinya.
Lalu yang jadi pertanyaan, kenapa harus mengungkapkan ungkapan/ idiom seperti itu, bukankah memang seperti itu harusnya. Ternyata, di Eropa ketika orang-orang ingin makan dengan rekan-rekannya di cafe ataupun restaurant, setidaknya ada 3 cara untuk membayar makanan mereka.
Pertama adalah American way, ini berarti jika ada 3 orang menghabiskan Rp 30 ribu untuk makan, maka tiap orang akan membayar Rp 10 ribu, di Indonesia orang mungkin lebih mengenalnya dengan "patungan/ sum-sum-an"
Kedua Japanese way, jika pada American way seluruhnya membayar atas seluruh biaya yang dihabiskan, maka pada Japanese way, yang membayar hanya 1 orang saja. Di Indonesia hal ini lebih dikenal dengan "traktir"
Dan yang ketiga atau yang terakhir adalah Ducth way, yaitu tiap orang membayar masing-masing atas apa yang sudah dibelinya.
Jadi jika anda berkunjung ke kawasan Eropa dan bertemu rekan-rekan anda yang sudah lama tinggal disana, jangan heran jika hendak makan, rekan anda akan bertanya "American way, Japanese way or Ducth way?"
Dan yang mungkin jadi pertanyaan terakhir, kenapa harus American, Japanese and Dutch?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar